Postingan

Menampilkan postingan dengan label Megawati Soekarno Putri

Hot Topic

Ganjar Pranowo Capres | Tantangan Selanjutnya Siapa Cawapres Yang Pas?

Gambar
 Para pendukung Ganjar Pranowo kini sudah lega karena idola mereka sudah resmi dideklarasikan oleh Megawati Sukarnoputri, Ketum PDI Perjuangan sebagai bakal Capres 2024. Presiden Jokowi juga menyaksikan acara yang diselenggarakan di Istana Batutulis, Bogor.  Deklarasi yang terjadi tepat pada Hari Kartini tersebut sempat menimbulkan spekulasi, bahwa itu akan menjadi momen untuk mengumumkan Puan Maharani sebagai Capres, ternyata hal itu tidak terjadi.  Menurut pengamat politik, pilihan Hari Kartini yang berbarengan pula dengan suasana Bulan Ramadan dan Idul Fitri justru merupakan strategi jitu, karena ada cuti bersama dan silahturahmi halal bihalal, Ganjar Pranowo menjadi bahan perbincangan, bukan lagi hanya pertanyaan kapan nikah untuk anggota keluarga yang masih bujangan seperti pada silahturahmi tahun-tahun sebelumnya.  Ganjar Pranowo mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada Presiden Jokowi setelah Sholat Ied di Masjid Sheik Zayed di Solo (Image: suara.com) Strategi selanjutnya

Isi Kantong Megawati | Nama Capres 2024 Timbulkan Galau Politik?

Gambar
  Ternyata Megawati Soekarnoputri tak umumkan capres 2024 pada HUT PDI Perjuangan ke-50, meskipun nama Capres 2024 menurut Presiden Jokowi sudah ada di kantong Ketum PDI-P. Namun, siapakah dia?   Sepertinya ada pihak-pihak tertentu yang kecewa karena Megawati tidak menggunakan acara peringatan ulang tahun emas PDI-P tersebut untuk mendeklarasikan Calon Presiden 2024 sebagaimana telah digelar oleh Surya Paloh yang mencapreskan Anies Baswedan. Selain menimbulkan respon beragam dari para pengamat politik, dan para warganet, sepertinya peristiwa HUT PDI-P tanpa pengumuman nama Capres 2024, akan menimbulkan galau politik untuk beberapa saat, sampai akhirnya nanti move-on?   Perasaan galau dan kecewa itu sangat mungkin dirasakan pula oleh komunitas dan pendukung Ganjar Pranowo begitu pula pendukung Puan Maharani.   Para pendukung Ganjar Pranowo dan Puan Maharani tentu sudah berharap bahwa jagoan mereka yang akan dideklarasikan oleh Ketua Umum PDI-P. Lagi pula momen HUT PDI Perjuangan k

Ganjar Pranowo tak diundang saat acara Puan Maharani di Semarang. Ada apa?

Gambar
  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat acara di Semarang, yang dihadiri Puan Maharani, Ketua DPP PDIP yang juga menjabat Ketua DPR RI, namun Ganjar Pranowo, kader PDIP yang masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dua perieode ini tidak diundang. Ganjar Pranowo atau akrab disapa dengan sebutan Mas Ganjar ini diketahui sedang ada di Jakarta dan dijumpai wartawan sedang gowes di sebuah jalan layang.  Bukan hanya tidak diundang namun Ganjar yang memiliki banyak fans di kalangan generasi milenial ini disebut sudah kelewatan oleh Bambang Wuryanto, Ketua PDIP Bidang Pemenangan Pemilu yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.  Ganjar Pranowo bersama Puan Maharani pada sebuah acara pada 2017 (semarang.bisnis.com) Menurut laporan detik.com (23/5/2021) Bambang Wuryanto mengatakan bahwa, "Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, aja keminter (kalau kamu pintar, jangan sok pintar).  Terkait komentarnya tersebut, Bambang lebih kemudian

Selain Bu Risma & Djarot Muncul Nama Yang Mungkin Mengejutkan Terkait Isu Reshuffle Kabinet

Gambar
Isu reshuffle Kabinet Jokowi Amin atau Kabinet Indonesia Maju mingu ini semakin santer dibicarakan di televisi nasional, media sosial dan media online. Kehebohan ini semakin menguat setelah dua menteri menjadi tersangka karena kasus suap. Mereka adalah Juliari Batubara, Menteri Sosial dan Edhy Prabowo, Menteri Kelautan & Kemaritiman.  Sampai saat ini mereka masih jadi tahanan KPK sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor. Nama Tri Risma Harini alias Bu Risma, Walikota Surabaya dan Djarot Syaiful Hidayat mantan Gubernur Jakarta yang menggantikan Basuki Tjahaja Purnama ini diduga kuat akan menjadi Menteri Sosial. Siapa yang akan dipilih Presiden Jokowi?  Apakah Djarot Sayful Hidayat dan Sandiaga Uno akan masuk Kabinet Indonesia Maju, hasil reshuffle yang diisukan akan diumumkan Presiden Jokowi pada Rabu, 23/12/2020? (medcom.id) Munculnya nama Bu Risma dan Djarot yang juga pernah menjabat sebagai Walikota Blitar di Jawa Timur merupakan kader PDI Perjuangan yang potensial untuk me

Golkar beri sinyal positif dukung Ahok pada Pilkada 2017

Gambar
Setelah Partai Nasdem dan Hanura, akhirnya Partai Golkar memberi sinyal untuk mendukung Ahok pada Pilkada 2017. Sinyal itu terucap dari Ketua Umum Golkar yang baru, Setya Novanto. Sebagaimana diberitakan    news.metrotvnews.com, Novanto  menyanjung kinerja Gubernur DKI Jakarta ini selama memimpin sejak 2014. Menurut dia, bekas kader Golkar ini (Ahok) selalu memiliki terobosan yang tepat.  Sebelumnya Aburizal Bakrie alias Ical, ketua umum Golkar sebelumnya juga pernah memberikan sinyal serupa pada akhir Maret 2016. Menurut tribunsumsel.com Ical  mengatakan, tak menutup kemungkinan partainya akan mendukung  Basuki Tjahaja Purnama  alias Ahok dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.  Ical dan Setya Novanto. Image: cakrawala.wordpress.com Sementara itu ayonews.com juga mewartakan bahwa Ahok merupakan sahabat dekat Ahok. Lebih lanjut Setnov menambahkan, bahwa h ubungan baik ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan dukungan di Pilgub DKI 2017.  Dari sinyal posit

Exclusive: Menurut R Marbun, Risma lebih cocok dicalonkan sebagai calon gubernur Jawa Timur

Gambar
Tri Rismaharini atau akrab dengan panggilan Risma, walikota Surabaya ternyata tidak tergiur untuk dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 untuk menghadapi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Meskipun dibujuk oleh Megawati Sukarno Putri, sang Ketua Umum PDI Perjuangan. Kenapa Risma tidak mau melaksanakan tugas partai itu?  Risma punya alasan kuat untuk tetap melanjurkan masa baktinya sebagai walikota Surabaya sesuai janji kampanyenya. Dia ingin menjalankan amanah dan sumpah jabatannya sampai tuntas. Ridwan Kamil, walikota Bandung juga ingin melanjutkan tugasnya sebagai walikota Bandung, dan banyak pula yang berpendapat supaya Ridwan Kamil mencalonkan diri sebagai gubernur Jawa Barat, yang pasti banyak membutuhkan kreativitasnya yang selama ini kurang mendapat sentuhan semestinya dari gubernur Jabar dan wakilnya saat ini.  Risma bersama Ahok. Image: beritagar.id Risma yang juga galak seperti Ahok ini memang dikenal tegas dan tuntas dalam menjalankan program ker

Spekulasi pengganti Setya Novanto sebagai ketua DPR atau kocok ulang?

Gambar
Setelah Setya Novanto mengundurkan diri setelah sebagian besar dari para hakim MKD hanya menjatuhkan sanksi sedang, maka proses selanjutnya dari peristiwa bersejarah pada tanggal 16 Desember 2015 ini di parlemen adalah menjadi pertanyaan besar, siapa yang akan menggantikan Setnov sebagai ketua DPR. Apakah akan ada kocok ulang? Jika ada kocok ulang, maka Undang-undang MD 3 harus direvisi terlebih dahulu.  Tanpa perubahan UU MD 3 maka sulit bagi Fraksi PDI Perjuangan untuk menempatkan anggotanya sebagai calon pengganti Setya Novanto. Kita masih ingat setelah PDI Perjuangan dinyatakan sebagai pemenang pemilihan legislatif pada 2014, ternyata PDI P gagal untuk menjadi ketua DPR, melainkan gerakan dari Koalisi Merah Putih berhasil menghadang kemenangan PDI Perjuangan dengan mengubah UU MD 3, sehingga Setya Novanto dari Golkar dan teman-temannya dari Koalisi Merah Putih seperti Fahri Hamzah dan Fadli Zon sukses menjadi wakil ketua mendampingi Setnov, dan ada wakil dari Partai Demokrat yang

Puan Maharani belum tepat jadi cawapres, tunggu 5 tahun lagi. Sabarlah

Gambar
Puan Maharani bersabarlah. Image: tribunnews.com Tanggal 20 Mei 2014, ketika perayaan Kebangkitan Nasional Joko Wi akan umumkan calon wapres untuk bertarung dengan pasangan capres lainnya pada pilpres 2014. Ada wacana di internal PDI Perjuangan alternatif cawapres adalah Puan Maharani selain Jusuf Kala, Abraham Samad dan Mahfud MD. Jika benar Puan Maharani, puteri dari sang ketua umum PDI P, Megawati Sukarno Putri, akan dipastikan menjadi cawapres untuk Joko Wi, maka akan menjadi berita yang kurang elok. Meskipun PKB atau Partai Nasdem tidak keberatan, tentu kurang kondusif bagi Joko Wi dan PDI P itu sendiri. Puan akan jadi titik lemah pencapresan Joko Wi. Dalam hal ini, Puan harus bersabar dan konsentrasi saja mengurus partai dan menjadi anggota DPR yang lebih lugas daripada sebelumnya. Puan magang di kabinet saja. Image: solopos.com Barangkali masyarakat pemilih akan lebih menerima jika Puan Maharani didapuk menjadi anggota kabinet, sebagai menteri dalam pemerintahan Joko W

Mimpi Amien Rais hidupkan poros tengah, mau menjegal siapa?

Gambar
Amien Rais "sang tokoh reformasi". Image: seasite.niu.edu Pemilu lestilatif 2014 sudah tahap rekapitulasi suara di KPU dengan segala dinamika, dugaan kecurangan, politik uang, koalisi yang belum selesai untuk menentukan siapa yang akan jadi pendamping capres dari masing-masing partai koalisi. Sementara itu ada impian untuk menghidupkan poros tengah seperti terjadi pada pemilu 1999. Ketika itu PDI Perjuangan meraih kemenangan dengan suara 30 persen, dan rakyat sudah gembira akan memiliki Megawati Sukarno Putri sebagai presiden, namun Amien Rais sang "tokoh" reformasi yang "merasa" pantas menjadi presiden (mungkin karena merasa berhasil menggulingkan Presiden Suharto), kok partainya kalah. Lalu, dengan memanfaatkan celah yang ada, dia menggalang terbentuknya poros tengah - akhir kata Amien Rais "berhasil" menggagalkan kemenangan PDI Perjuangan sang pemenang pemilu, dan sukses menjadikan Gus Dur sebagai presiden, padahal dalam hatinya, Amien Rai

Joko Wi calon presiden RI 2014

Gambar
Joko Wi capres RI 2014 . Image: politik.kompasiana.com Apakah anda terkejut? Barangkali anda tidak terkejut, akhirnya Ketua Umum PDIP, Presiden RI ke 5, Megawati Sukarno Putri , akhirnya mengeluarkan perintah harian yang sangat penting: Joko Wi adalah calon presiden RI pada pemilihan umum 2014 .  Berkat breaking news Joko Wi sebagai capres, Indeks saham IHSG juga meroket menjadi 3 persen, padahal sebelumnya sempat terpuruk. Rupiah pun menguat 100 poin, dollar US pun keok. Semoga ini menjadi modal untuk perbaikan ekonomi Indonesia. Para penggemar dan pendukung Joko Wi pasti sangat bahagia dengan kejutan dan keputusan Megawati yang legowo untuk menjadi King Maker, dan mencalonkan Joko Wi sebagai capres RI, tinggal menunggu  siapa yang akan jadi calon wakil presiden, pendamping Joko Wi. Apakah Megawati atau Puan Maharani, atau dari partai lain, tentu tidak mungkin Ahok. Ahok akan jadi pengganti Joko Wi sebagai gubernur DKI, jika Joko Wi menang, dan itu sesuai dengan Undang-undan

RA Kartini di pusaran politik sosial dan hukum

Gambar
RA Kartini bagai dua sisi mata uang.  Setiap tanggal 21 April para wanita Indonesia merayakan Hari Kartini dengan berbagai acara seremonial, seminar, workshop dan kegiatan politik. Wanita Indonesia bangga memiliki RA Kartini yang dipuja sebagai tokoh emansipasi untuk memperjuangkan kesamaan hak di bidang pendidikan dan kesetaraan gender. Apakah perayaan Hari Kartini masih relevan?  Indonesia juga bangga karena pernah memiliki Megawati Soekarno Putri sebagai presiden wanita pertama di Indonesia. Amerika Serikat yang terkenal karena kebebasan politik dan budaya sampai saat ini belum pernah memiliki presiden wanita, bahkan belum pernah memiliki wakil presiden wanita. Amerika ternyata masih dikuasai laki-laki di bidang politik meskipun ada wakil perempuan di senat dan kongres, tapi belum ada presiden wanita di negeri Paman Sam itu. Mungkinkah Hillary Clinton bisa menggantikan Barack Obama? 

Indonesia Keren