Postingan

Menampilkan postingan dengan label celebrity

Hot Topic

Tante Ernie Yudhoyono membuat ambyar netizen di tengah COVID-19

Gambar
By the way, siapa sih Tante Ernie Yudhoyono? Tante Ernie Yudhoyono, mendadak celebrity di dunia maya? (manado.tribunnews.com) Di tengah global pandemic ini memang banyak berita atau setengah berita, bahkan hoax berseliweran terutama di media sosial, ternyata warganet alias netizen juga disuguhi kisah-kisah heboh dan menarik, namun bernilai inspiratif. Presiden Jokowi sempat mengatakan supaya kita bisa hidup damai dengan COVID-19, dan itu menjadi bahan omongan di antara yang pro dan kontra. Pernyataan tersebut memang membuat heboh dan langsung disamber dengan sikap negatif karena pernyataan Presiden Joko Widodo tidak dibaca secara utuh. Rupanya memenggal pernyataan untuk kepentingan tertentu masih bisa digoreng sebagai jualan politik.   Tante Ernie Yudhoyono Sang Pemersatu Bangsa (kliktrend.com) Nah, lain lagi kisah seorang tante cantik, seorang young mother juga ikut menghebohkan Indonesia terutama jagad maya. Netizen atau warganet pun heboh dan ambyar. Munculnya tan

Aceng Fikri, Oneng, Anang dan celebrity di panggung politik

Gambar
Aceng Fikri memang bukan artis, namun mantan Bupati Garut yang pernah menghebohkan dunia entertainment karena telah menikahi gadis di bawah umur, dan menceraikannya hanya dengan SMS setelah empat hari menikah - dan, tidak lama lagi anda akan menjumpai dia di Gedung MPR/DPR Senayan.  Aceng Fikiri kini anggota DPD RI. Image: konkzmedia.blogspot.com  Aceng Fikri yang pernah punya wakil artis, Dicky Chandra ini telah lolos dengan suara besar sebagai anggota DPD mewakili Jawa Barat. Luar biasa ya?  Rupanya masyarakat Garut sangat cinta kepada Aceng Fikri meskipun telah dituduh telah melanggar Undang-Undang Perkawinan karena telah menikahi  Fany Octora, gadis  di bawah umur, dan menceraikannya dengan cara sangat dramatis. Yang terkejut bukan hanya publik di Indonesia, kasus Aceng ini juga sempat menghebohkan media luar negeri. Caleg artis. Image: pemilihan.info Indonesia bisa dibilang sangat kaya dengan caleg dan anggota DPR yang berasal dari profesi penyanyi, bintang film, art

Tips lihat Rekam jejak Caleg dan Capres Pemilu 2014

Gambar
Joko Wi Capres 2014. Image: pemilihan.info Faktor figur capres 2014 ternyata sangat menentukan pilihan masyarakat untuk memilih partai pada pemilu 2014, karena kalau jika rakyat Indonesia menginginkan seorang capres yang diinginkannya bisa jadi capres resmi pada 2014, maka mereka harus memilih partai yang menjagokan sang capres, misalnya jika rakyat ingin Joko W i benar-benar diinginkan jadi RI 1 atau presiden RI periode 2014 - 2019, maka harus memilih PDI Perjuangan sebagai partai yang telah memberi mandat kepada Joko Wi sebagai Capres 2014.  Angel Lelga caleg dan Rhoma Irama capres, siapa menang? Image: kapanlagi.com Begitu pula jika rakyat ingin Wiranto sebagai presiden, tentu harus memilih partai HANURA. Beigitu pula jika rakyat tidak menginginkan ARB atau Ical sebagai capres, maka masyarakat tidak akan memilih Partai Golkar.   Apakah semua calon pemilih mengetahui hal ini?  Kini Undang-undang Pemilu telah mensyaratkan bahwa siapa partai yang berhasil memenangka

Pengamat meminta Ical alias ARB evaluasi pencalonnya sebagai Capres 2014

Gambar
Ketika Joko Wi blusukan dengan  PM Belanda Mark Rutte. Image:   spdi.eu Jika kita menengok ke belakang, sebelum Aburizal Bakrie alias Ical atau ARB "dicalonkan" oleh Partai Golkar sebagai Capres 2014, tokoh penting dan mantan Ketua Golkar Akbar Tanjung sudah mengingatkan tentang pencalonan ARB sebagai capres Golkar supaya ditinjau, begitu pula Jusuf Kalla alias JK, dan tidak sedikit kalangan internal di Golkar juga ragu dengan pencapresan ARB atau julukan aslinya Ical. Kini gara-gara video Maladewa , keraguan itu kembali muncul.  ARB bersama istrinya dan kader Golkar. Image: politik.news.viva.co.id Aburizal Bakrie atau Ical mendapat kritik diminta melakukan instrospeksi diri. Karena kalau dipaksakan hal itu bakal semakin menurunkan elektabilitas Partai Golkar menjelang Pemilu Legislatif pada 9 April 2014. Pada akhir acara diskusi penelitian Di antara  Persepsi Publik dan Persepsi Elit : Jokowi Effect vs Zalianty Effect, seorang pengamat politik, Emrus mengatakan

Dicari Caleg berkwalitas tinggi pada Pemilu 2014

Gambar
Anggota DPR tidur dan bolos saat sidang. Image: bosscomp.blogspot.com Pemilihan Umum (election day) di Indonesia sudah dipastikan dengan peserta 10 Partai politik. Walaupun ada yang mengatakan jumlahnya sudah sedikit, namun sebenarnya masih banyak. Kenapa tidak 3 atau 5 partai saja. Pertarungan 10 partai kemungkinan besar tidak akan menghasilkan pemenang yang dominan, apalagi melihat perkembangan pelaku politik atau politisi sepanjang 2 atau 3 tahun terakhir ini. Masyarakat mungkin bingung untuk memilih. Rasa percaya sudah berkurang kepada para  politikus. Anggota DPR studi banding atau jalan-jalan ya? Image: mobile.seruu.com Namun, harapan harus digantungkan setinggi langit kepada partai yang akan tampil pada Pemilu 2014. Kita harapkan mereka segera menampilkan calon legislator yang akan akan mengisi kantor di DPR Senayan dan berbagai DPRD di seluruh Indonesia. Mampukah ke 10 partai yang ada sekarang merekrut caleg berkwalitas tinggi?

Celebrity dan artis terjun ke dunia politik

Gambar
Rhoma Irama capres 2014. Image: heraspost.com Reformasi Indonesia yang bergulir sejak 1998 sudah sukses? He he he sukses dong. Terbukti yang biasanya dilarang ngomong akhirnya bisa bersuara lagi. Yang biasanya diam, ikut pula nimbrung. Demonstrasi pun tidak haram lagi, walaupun banyak juga yang vandalis dan anarkis.  Kita juga dapat berita heboh, Raja Dangdut, Rhoma Irama mengaku diminta banyak umat dan pesantren supaya mau jadi calon Presiden. PKB telah menempatkan Rhoma Irama sebagai salah satu calon presiden dari partai itu. Siapa tahu ada petinju atau pebulu tangkis yang mau ikutan jadi candidate (calon presiden) pada tahun 2014. Apakah Indonesia masih sanggup menerima mereka sebagai calon presiden?

Kenangan 2008

Gambar
Indonesia oh Indonesia. Bangga menjadi orang Indonesia, itu sudah pasti. Sedih jadi orang Indonesia, juga pasti. Prihatin jadi bangsa Indonesia, juga ya. Sepanjang tahun 2008, bahkan sebelumnya, setelah reformasi-- banyak peristiwa yang mengharu biru perasaan kita. Banyak kasus terjadi di bidang politik, entertaiment, sosial, ekonomi, dan sebagainya, belum lagi banjir, gempa bumi, dan bencana kemanusiaan lainnya. Bencana alam terjadi di mana-mana, masalah kesehatan masyarakat, penggusuran, demonstrasi yang disertai kekerasan, pembakaran, blokir jalan, bahkan tawuran antar warga, berantem dengan senjata antar mahasiswa atau mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Indonesia Keren