Postingan

Menampilkan postingan dengan label Erick Thohir

Hot Topic

Pesan Perdamaian Erick Thohir pada Festival Lampion di Candi Borobudur

Gambar
 Erick Thohir, Menteri BUMN dan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah sangat kompak dan antusias bersama umat Buddha pada festival 1000 lampion dalam rangka Hari Raya Tri Suci Waisak di Candi Borobudur, salah satu warisan agung dunia di Magelang, Jawa Tengah.  Pada acara yang berlangsung hikmat dan meriah itu, Erick Thohir memberikan pesan perdamaian. Setelah melepaskan lampion indah bersama Ganjar Pranowo, para pemuka agama Budhha dan para undangan lainnya. Acara internasional ini dihadiri pula oleh KP Ricky Suryo Prakoso CEO Meccaya Group, Jeffry Yunus, SE., MM, Ketua Umum Perkumpulan Pecinta Pariwisata Indonesia (P3I), yang juga menjadi Ketua Pelaksana 2nd Borobudur World Peace & Prosperity 2023.  Erick Thohir yang juga Ketua Umum PSSI ini menyatakan pesan perdamaian yang sangat menyentuh, "Hari ini, saya sebagai umat Muslim hadir untuk bersama-sama umat Buddha. Ini sungguh luar biasa, pengalaman baru melihat bagaimana ribuan lampion diterbangkan. Seperti cita-cita kita seba

Alumni Universitas Indonesia Nyatakan Sikap

Gambar
Pada press release yang dikeluarkan para alumni Universitas Indonesia (UI) pada 27 Juli 2021 terungkap bahwa lebih dari 500 alumni perguruan tinggi negeri ternama ini telah bersepakat untuk menyatakan sikap untuk mendukung kepemimpinan Rektor UI Profesor Ari Kuntjoro untuk menjalankan kewenangan otonom Penyelenggaraan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum sesuai masa jabatan dari 2019 sampai 2024. Para alumni UI juga bersepakat untuk mendukung Majelis Wali Amanat. Peryataan sikap mereka ditandatangani pada 25 Juli 2021.  Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat (suara.com) Dalam press release tersebut disebutkan bahwa para anggota Majelis Wali Amanat antara lain mantan menteri PPN/kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Tohir dan diketuai Saleh Husin, mantan Menteri Perindustrian.   Isi dari Pernyataan Sikap Alumni UI Cinta NKRI ini adalah untuk mendorong almamater mereka, Universitas Indonesia agar lebih berkonsentrasi pada kebutuhan

Terkuak Faktor & Alasan Warga Sebelum Memilih Capres. Apa Yang Akan Dilakukan Relawan?

Gambar
  Blantika politik di Indonesia sebagai negara yang telah beberapa kali menyelanggarakan pemilihan presiden secara langsung, yang dimulai pada Pilpres 2004 memang sangat dinamis. Ada beberapa faktor yang dijadikan acuan oleh partai politik sebagai syarat kandidat presiden, kemudian menyusul bagaimana kriteria calon wakil presiden yang akan mendampingi sang capres dalam pemilihan umum.   Posisi patahana tidak selalu menjadi ukuran untuk meraih kemenangan, begitu pula kinerja bukan hal dominan ketika calon pemilih dalam menentukan siapa yang akan dicoblos di bilik suara. Hal ini pernah terjadi pada Pilpres 2004 ketika Megawati Sukarno Putri dikalahkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.   Figur atau personality sang kandidat dengan segala kelebihan dan kekurangan yang melekat pada tokoh yang dianggap pantas menjadi calon masih merupakan hal penting sebagai acuan awal.   Personality yang melekat pada sang tokoh sangat diperhatikan oleh masyarakat. Perasaan di hati warga sebelum

Siapa Cawapres Ganjar Pranowo Yang Terkuat & Yang Sulit Diwujudkan Pada Pilpres 2024?

Gambar
  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memang belum memberi sinyal resmi tentang Capres 2024. Meskipun demikian ada banyak wacana yang muncul seperti duet Prabowo - Puan, Puan - Anies Baswedan dan kombinasi lainnya seperti Ganjar - Ahok, Ganjar - Sandi, dan sebagainya. Yang menarik adalah munculnya banyak relawan dan komunitas yang dideklarasikan untuk mendukung Ganjar Pranowo sebagai kandidat Presiden RI pada Pilpres 2021.  Menarik untuk mencermati siapa yang paling ideal sebagai pendamping Ganjar Pranowo untuk berlaga pada Pemilu Serentak 2024 mendatang. Kalau memang serius untuk mencalonkan diri, Ganjar tidak cukup hanya mengandalkan pendukung loyal yang semakin menjamur, bahkan dukungan di media sosial dalam berbagai group WhatsUp, Facebook, Twitter maupun Instagram.  Elektabilitas Ganjar Pranowo yang dilakukan oleh berbagai lembaga survey memang masih lumayan tinggi. Para loyalist Ganjar juga harus realistis bahwa blantika politik di Indonesia sangat dinamis, begitu pula e

Erick Thohir Ungkap Alasan Tunjuk Abdee Slank Sebagai Komisaris Telkom

Gambar
 Sempat ada kontra pro setelah Erick Thohir, Menteri BUMN angkat Abdee Slank atau Abdi Negara Nurdin sebagai Komisaris PT. Telkom. Erick Thohir yang sukses ketika memimpin pesta olahraga multi event Asian Games, akhirnya mengungkap alasan kenapa musisi dari group Slank tersebut masuk dalam jajaran BUMN.  Erick menyatakan bahwa penunjukkan tersebut dilakukan untuk mendorong pengembangan konten lokal di Telkom, mengingat perusahaan telekomunikasi ini memiliki bidang usaha seperti Indihome yang juga menjadi tempat berkumpulnya berbagai acara televisi global dan lokal. Telkom juga menekuni konten digital yang terus dikembangkan, termasuk mendukung industri 4.0 yang akan mengarah ke 5.0, apalagi era 5G di Indonesia segera dimulai. Sebagaimana dilaporkan situs berita CNNIndonesia.com (2/6/2021) Erick yang pernah menjadi pemegang saham klub sepak bola Inter Milan ini mengatakan bahwa, "Kemarin yang selalu challenge ke saya, kenapa juga ada perwakilan dari masyarakat dari musisi, saya tid

Saat Refly Harun Kehilangan Marwah Intelektualitasnya

Gambar
Saat Refly Harun Kehilangan Marwah Intelektualitasnya Oleh : Rudi S Kamri Dulu saya termasuk salah satu orang yang mengagumi sosok seorang Refly Harun. Seorang ahli tata negara yang mempunyai pengetahuan yang luas dan penyampaian narasinya sangat runut dan mudah dimengerti. Dulu dia salah satu orang yang pendapatnya sering saya kutip sebagai referensi ketatanegaraan.   Refly Harun mantan Komisaris Utama PT. Jasa Marga & PT. PELINDO (inews.id) Itu dulu. Tapi pada saat Refly Harun ditunjuk Rini Soemarno menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Jasa Marga saya cukup kaget. Karena menurut saya bisnis jalan tol jauh dari keahlian dan disiplin ilmu seorang Refly Harun. Dan terbukti selama menjadi Komut Jasa Marga, tidak ada jejak karya yang bisa menjadi pembeda. Pun pula saat dia dipindahkan menjadi Komut PT Pelindo I, saya pun sempat terkaget-kaget. Hal ikhwal urusan pelabuhan sudah pasti jauh di luar kapabilitas seorang Refly Harun. Dan lagi-lagi terbukti, selama di Pel

Indonesia Keren