Postingan

Menampilkan postingan dengan label Surya Paloh

Hot Topic

Formula E & Anies Baswedan: Rekam Jejak Yang Akan Berpengaruh Pada Pilpres 2024?

Gambar
 Apakah pro kontra dan kontroversi balapan mobil listrik Formula E akan mempengaruhi karir politik Anies Baswedan, jika Anies benar-benar berhasil didaftarkan di Komisi Pemilihan Umum sebagai Capres 2024? Selain soal program rumah DP 0 Rupiah, patung bambu, tugu sepeda, program OKE OCE, sumur resapan, maka yang selalu diingat dari Anies Baswedan pada tahun politik adalah soal pro kontra dan kontroversi balapan mobil listrik Formula E. Anies Baswedan sudah pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK untuk dimintai keterangan tentang penyelenggaraan balapan mobil listrik tersebut, terutama tentang penggunaan anggaran Formula E.  Kontroversi itu terjadi karena Anies Baswedan ingin agar balapan tersebut digelar di Monumen Nasional atau Monas. Banyak pohon pelindung yang ditebang untuk membuat sirkuit di Monas yang merupakan cagar budaya, dan merupakan kebanggaan warga Jakarta. Kemudian Anies membatalkan Monas yang dibangun oleh Presiden Sukarno tersebut, dan memutuskan untuk

Ni Luh Djelantik Disusul Fredriek Lumalente & Kader Lain Mundur Pasca Surya Paloh Deklarasikan Anies Baswedan

Gambar
  Setelah Ni Luh Djelantik, ada lagi kader Partai Nasional Demokrat alias NasDem yang mundur setalah Surya Paloh deklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024, meskipun NasDem belum terikat koalisi dengan partai lainnya.  Ni Luh Djelantik tercatat sebagai kader pertama yang mundur. Ni Luh adalah seorang perancang busana terkenal yang mengucapkan selamat tinggal kepada NasDem melalui akun media sosialnya. Selain itu Frederiek Lumalente juga menyatakan mundur dengan alasan kecewa atas keputusan NasDem yang mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024.  Sebagaimana dilaporkan oleh situs berita online ternama cnnindonesia.com (6/10/2022), Fredriek Lumalente atau dikenal juga dengan nama Didi Roa mengikuti jejak Ni Luh Djelantik dari Dapil Bali. Frederiek adalah kader Partai NasDem yang merupakan mantan Ketua DPW Gerakan Restorasi Pedagang & UMKM (Garpu) NasDem di Sulawesi Utara.  Frederiek Lumalente alias Didi Roa bersama Ni Luh Djelantik yang telah mengundurkan diri se

"You better watch out" kata Airlangga Setelah Anies Baswedan dideklarasikan NasDem Bakal Capres 2024

Gambar
  Dinamika politik Indonesia semakin meriah pasca Surya Paloh deklarasikan Anies Baswedan menjelang akhir masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk nyapres pada 2024. Ketika ditanya wartawan di tangga Istana soal deklarasi Partai NasDem, Airlangga Hartarto punya respon unik dengan mengatakan, "You better watch out," Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan bahwa deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal Capres 2024 oleh Surya Paloh adalah pilihan Partai Nasdem. Airlangga sambil tersenyum mengatakan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB memiliki jadwal berbeda untuk membuat keputusan politik, misalnya deklarasi Capres. Baliho masih menjadi andalan Puan Maharani, AHY, Airlangga Hartarto & Cak Imin di era digital untuk promosi politik (rm.id) Sebagaimana diketahui KIB terdiri dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (P3), yang kini punya Ketua Umum baru.  Sementara itu situs berita merdeka.com pada laporann

Sanggupkah NasDem Kawal Anies Baswedan Jadi Capres Betulan Pada Pilpres 2024?

Gambar
  Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat alias Nasdem sudah deklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal Capres untuk berlaga melawan kandidat lain pada Pilpres 2024. Setelah sebut nama Anies Rasyid Baswedan sebagai Capres 2024, Surya Paloh meminta kader dan jajaran Partai Nasdem untuk mengawal Anies menjadi Presiden pada 2024.  Para peserta deklarator di Ball Room Nasdem Tower yang megah di Jakarta ini, para kader Partai Nasdem menyatakan siap untuk melaksanakan tugas partai tersebut.  Menjadi pertanyaan adalah partai apa saja yang akan diajak berkoalisi agar bisa benar-benar mencalonkan Anies Baswedan sebagai calon presiden, mengingat Partai Nasdem berbeda posisi presidential treshold dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan alias PDIP yang sudah mengantongi 20 persen syarat untuk mencalonkan kandidat RI 1, bahkan tanpa harus berkoalisi.  Meskipun masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan masih ada waktu untuk menghadiri deklarasi Partai NasDem di Nasdem

Partai NasDem Deklarasikan Anies Baswedan atau Siapa?

Gambar
 Ramai beredar di media sosial surat undangan dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang ditandatangani Surya Paloh, Ketua Umum dan Johnny G Plate, Sekjem Partai Nasdem dengan perihal: INSTRUKSI. Undangan itu sifatnya PENTING DAN MENDESAK .  Ternyata di media online juga bertebaran berita tentang Deklarasi Capres 2024 oleh Partai NasDem, yang akan dilangsungkan hari ini, Senin 3 Oktober 2022. Acara penting tersebut digelar di DPP Partai NasDem, tepatnya di Ball Room yang megah di Nasdem Tower, Jakarta.  Setelah Partai Nasdem menyebut Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan sebagai tokoh yang banyak disukai oleh kader Partai NasDem, dimana Anies Baswedan yang akan berakhir masa jabatannya pada 16 Oktober 2022 sebagai Gubernur DKI Jakarta - Anies meraih suara tertinggi di kalangan Partai Nasdem.  Siapa yang akan dideklarasikan oleh Partai NasDem? (politik.rmol.id) Apakah karena posisi suara "elektabilitas" di internal Partai NasDem, Anies Baswed

Joko Wi capres 2014 didukung sepenuhnya oleh Nasdem

Gambar
Joko Wi menemui Suya Paloh untuk koalisi. Image: m.rmol.co Setelah petinggi PDI Perjuangan yang dipimpin Tjahjo  Kumolo bertemu dengan Surya Paloh, sang ketua Partai Nasdem, untuk menjajagi koalisi PDI P dengan Nasdem untuk pilpres 2014, akhirnya tanggal 12 April 2014 giliran Joko Wi, capres 2014 dari PDI P bertemu Surya Paloh. Luar biasa, Surya Paloh menegaskan bahwa Partai Nasdem mendukung penuh pencalonan Joko Wi sebagai capres pada pemilihan presiden 9 Juli 2014.  Apakah PDI P juga akan mengajak partai lain untuk berkoalisi?

Indonesia Keren