Postingan

Menampilkan postingan dengan label PAN

Hot Topic

Sikap Tsamara Amany & Abdillah Toha gara-gara aksi walk out anggota DPRD DKI Jakarta

Gambar
Netizen alias warganet dan para pemangat politik maupun publik Jakarta melihat anggota DPRD DKI Jakarta yang dipilih warga DKI ini melakukan aksi walk out pada rapat paripurna pada hari Senin, 14 Desember 2020. Mereka meninggalkan ruang sidang ketika Fraksi Partasi Solidaritas Indonesia (PSI) akan menyampaikan pandangan umum terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi. Aksi walk out adalah hal biasa, yang biasanya dilakukan anggota parlemen ketika tidak setuju dengan pendapat anggota lainnya. Namun yang terjadi pada 14 Desember itu nuansanya berbeda dengan sidang parlemen pada umumnya di dunia. Menurut laporan bekasi.pikiran-rakyat.com (15/12/2020) aksi walk out itu bermula dari kekecewaan Jamaludin anggota Fraksi Golkar DPRS DKI Jakarta atas putusan Fraksi PSI yang menolak rancangan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) DPRD DKI Jakarta. Aksi walk out tersebut berakhir setelah Fraksi PSI selesai menyampaikan pandangan pada rapat paripurna itu.  Profile Ts

The early death of new democracy in Indonesia

Gambar
RIP Democracy in Indonesia? I mage: flickr.com After nearly 16 years of reform in Indonesia, and after 10 years of enjoying democracy in local elections, Indonesia has now returned to the era of the "New Order", to its pre-1998 group of political elite, where they are a combination of several parties such as Golkar Party, Party Amanat Nasional (PAN), Gerindra, PKS, and PPP.  Now, KMP has led an important position in the Indonesian Parliament (DPR), which Setya Novanto Golkar chairman of the House of Representatives, and Fahri Hamzah as vice chairman along with several other KMP elite. Fahri and Novanto, have been several times called by the KPK to be a witness in several cases of corruption. KMP change the path of democracy in Indonesia with a new Act, where the governors, regents and mayors will be elected by the members of the Regional Representatives Council (DPRD), but already 10 years the people of Indonesia has selected local leaders directly. Now, virtuall

Mimpi Amien Rais hidupkan poros tengah, mau menjegal siapa?

Gambar
Amien Rais "sang tokoh reformasi". Image: seasite.niu.edu Pemilu lestilatif 2014 sudah tahap rekapitulasi suara di KPU dengan segala dinamika, dugaan kecurangan, politik uang, koalisi yang belum selesai untuk menentukan siapa yang akan jadi pendamping capres dari masing-masing partai koalisi. Sementara itu ada impian untuk menghidupkan poros tengah seperti terjadi pada pemilu 1999. Ketika itu PDI Perjuangan meraih kemenangan dengan suara 30 persen, dan rakyat sudah gembira akan memiliki Megawati Sukarno Putri sebagai presiden, namun Amien Rais sang "tokoh" reformasi yang "merasa" pantas menjadi presiden (mungkin karena merasa berhasil menggulingkan Presiden Suharto), kok partainya kalah. Lalu, dengan memanfaatkan celah yang ada, dia menggalang terbentuknya poros tengah - akhir kata Amien Rais "berhasil" menggagalkan kemenangan PDI Perjuangan sang pemenang pemilu, dan sukses menjadikan Gus Dur sebagai presiden, padahal dalam hatinya, Amien Rai

Indonesia Keren