Postingan

Menampilkan postingan dengan label Prabowo capres

Hot Topic

Suryadharma Ali pendukung capres Prabowo tersangka korupsi dana haji

Gambar
Breaking news!!! Suryadharma Ali (SDA) Menteri Agama, yang juga ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sempat membuat heboh karena hadir pada kampanye Partai Gerindra di GBK, saat pileg 2014, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi dana haji. Penetapan tersangka ini tentu menjadi pukulan keras bagi Prabowo Subianto - yang juga belum bebas dari isu masalah hak asasi manusia, khususnya dalam kaitan kasus penculikan mahasiswa atau aktivis menjelang reformasi 1998.  KPK tetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka korupsi. Image: nasional.kompas.com Suryadharma Ali memang telah pernah diperiksa oleh KPK, dan puncaknya pada hari Kamis, 22 Mei 2014 ruang kerja SDA digeledah KPK, dan akhirnya pendukung paling awal untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra ini ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka.  MS Kaban juga tersangka KPK. Image: rimanews.com Prabowo yang sebelumnya sangat bangga dengan keputusan SDA untuk memasukkan Partai Persatuan Pembang

Golkar pecah setelah Ical dijanjikan jabatan oleh Prabowo, Rhoma Irama siap begadang

Gambar
Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan. I mage: rmol.co Berbekal nomor dua sebagai peraih suara pada pileg 2014 lalu tidak membuat Golkar mudah untuk menawarkan ARB alias Ical sebagai capres 2014 kepada partai-partai lainnya. Entah bagaimana cara Ical dan petinggi Golkar dalam berdiplomasi, sehingga semua pertemuan tidak mebuahkan hasil, sampai akhirnya pada detik-detik terakhir menyerahkan diri kepada Prabowo, dan Ical mendapat hadiah hiburan dari Ical. Fadel dan Ical. Image: tribunnews.com Ternyata para jendral purnawiran seperti Luhut Panjaitan ( Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar)   lebih senang jika Golkar bergabung dengan Poros Jokowi, begitu pula banyak kader Golkar lainnya. Akibatnya setelah deklarasi Poros Gerindra bersama Golkar dan partai lain dalam Poros Tenda Besar mendukung Capres Prabowo dan Cawapres Hatta Rajasa, Letjen (Purnawirahan) Luhut Panjaitan dan beberapa jendral purnawiran lainnya pun menyatakan dukungan kepada Jokowi - JK. Pada wawancara Fadel

ARB galau, kenapa Golkar tidak berani jadi oposisi?

Gambar
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah secara resmi mendeklarasikan untuk mendukung Joko Widodo (Joko Wi) sebagai capres 2014. Ketiga partai tersebut telah sepakat untuk bekerjasama, bukan koalisi, dan siap memenangkan Joko Wi sebagai presiden RI ke 7, tanpa ada janji-janji untuk bagi-bagi jatah menteri atau jabatan, dan Joko Wi deberikan kebebasan untuk memilih Cawapres, apakah Mahfud MD, Jusuf Kalla atau Abraham Samad. Kita tunggu pengumuman resminya. Sebelumnya publik sempat terperangah dengan pertemuan Joko Wi dengan Ical alias ARB di Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Banyak yang mengira Partai Golkar akan pasti bergabung, namun partai Golkar tidak hadir pada pendeklarasian resmi Joko Wi sebagai capres pada 14 Mei 2014. Acara penting itu hanya dihadiri oleh Megawati Sukarno Putri, Surya Paloh dan Muhaimin Iskandar.  ARB ketemu Joko Wi di Pasar Gembrong . Image: simomot.com ARB pasti galau kare

Isu hak asasi manusia di tengah koalisi menuju Pilpres 2014

Gambar
Kivlan Zein. Image:  id.wikipedia.org Ada berita mengejutkan dari Mantan Kepala staf Kostrad Mayjen (purn) Kivlan Zen, yang juga caleg dari Partai Persatuan Pembangunan ini, tiba-tiba mengungkapkan kepada publik soal aktivis mahasiswa yang diculik dalam tragedi Mei 1998. Kivlan mengatakan peristiwa itu bukan sebuah penculikan, melainkan hanya 'double agent'.   (Merdeka.com)   Menurut  Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani mengatakan, pernyataan Kivlan Zen di acara bincang-bincang di salah satu stasiun televisi swasta tentang penculikan aktivis 1997/1998 memiliki konsekuensi hukum ( rmol.co ) Para aktivis yang "diculik". Image: politik.kompasiana.com Yang menjadi pertanyaan, kenapa Kivlan Zen baru mengungkapkan hal itu di tengah gencarnya pertemuan Prabowo Subianto, capres Partai Gerindra ini dengan Aburizal Bakrie alias ARB alias Ical dari Golkar.  Setelah batalnya "pertunangan" alia

Indonesia Keren