Postingan

Menampilkan postingan dengan label revolusi mental jokowi

Hot Topic

Ketika menteri desa tertingal ketinggalan pesawat

Gambar
Revolusi mental yang dikumandangkan Jokowi rupanya belum meresap di hati seorang menteri. Salah satu inti revolusi mental adalah tentang disiplin pada waktu, alias tidak ada lagi jam karet.    Menteri Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal Marwan Jafar membuat Garuda menunggu sampai waktu boarding, namun sang menteri tidak muncul, sehingga akhirnya Garuda pun terbang karena para penumpang lainnya semua sudah duduk di pesawat BUMN itu.  Rupanya Marwan Jafar sudah lupa bahwa bukan jamannya lagi seorang menteri atau seorang pejabat atau anggota DPR "harus ditunggu" oleh pilot dan para penumpang lainnya kalau "beliau-beliau ini" belum tiba di bandara. Di era orde baru peristiwa semacam ini pasti dianggap biasa dan harus dimaklumi bila pilot terpaksa harus menunda keberangkatan bila ada orang penting yang digaji dari pajak rakyat ini, dan menunggunya bersama penumpang lain yang telah membayar tiket pesawat terbang ini.  Menteri Marwan Jafar. Image: beritagar.id D

Syarat utama jadi menteri di Kabinet Jokowi

Gambar
Jokowi di tengah partai pendukung. Image: nasional.kompas.com Setiap presiden terpilih akan membentuk kabinetnya, selalu ada pro kontra tentang menteri dari partai dan menteri dari profesional.  Timbul pula debat apakah ketua umum partai yang terpilih sebagai menteri apakah masih elok kalau merangkap jabatan di pemerintahan dan di partainya? Apakah Jokowi bisa memenuhi janjinya untuk membentuk kabinet profesional atau zaken kabinet? Jokowi sang presiden terpilih telah menegaskan bahwa para menteri di kabinet Jokowi JK harus profesional, punya integritas, bebas masalah korupsi, dan ditambahkan pula supaya menteri yang punya jabatan penting di partai supaya mengundurkan diri, misalnya jabatan sebagai sekjen dan ketua umum partai. Sebagaimana kita ketahui para pendukung utama koalisi Jokowi JK adalah PKB, Nasdem, Hanura, PKPI, dan tentu saja PDIP. Apakah ketua partai seperti Muhaimin Iskandar mau rela melepaskan jabatannya sebagai ketua umum PKB? Surya Paloh ketua Partai Nasdem

Kampanye Kreatif vs kampanye hitam

Gambar
Megawati bersama Jokowi, JK, Surya Paloh dan Cak Imin. Image: tribunnews.com Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukartno Putri, Presiden RI ke 5 sangat prihatin dengan kampanye hitam. Menurut Megawati, kampanye hitam yang marak selama pilpres 2014 dianggap tidak mendidik masyarakat. Pendapat Megawati memang benar, seharusnya kampanye bisa dibuat lebih kreatif, menghibur dan memberikan kegembiraan politik (meminjam istilah Jokowi), bukan menakutkan.  Tabloid Obor Rakyat yang menurut Dewan Pers, isi tabloid itu ditulis dan dicetak tanpa mengikuti kaidah dan kode etik jurnalistik, apalagi telah mencantumkan alamat palsu (seperti lagu Ayu Tingting) benar-benar diedarkan secara sistematis ke berbagai pesantren dan mesjid. Obor Rakyat berisi konten tentang kampanye hitam yang menyudutkan capres nomor urut 2, Joko Widodo atau Jokowi.    Ahmad Dhani dan pimpinan pasukan rahasia Nazi "SS", Heinrich Himmler.  Image: news.detik.com Ternyata isi tulisan tersebut tanpa

Slank dan slankers dukung Jokowi untuk mantapkan revolusi mental

Gambar
Jokowi didukung Slank. I mage: indonesiasatu.kompas.com Gagasan revolusi mental Jokowi untuk restorasi Indonesia menuju Indonesia Hebat semakin didukung berbagai kalangan, juga oleh Slank, sebuah grup musik rock ternama Indonesia. Sebelumnya Jokowi telah menemui Iwan Fals di rumahnya, untuk kesekian kalinya Jokowi capres 2014 mengunjungi   markas grup band Slank di Gang Potlot, Jakarta Selatan. Saat itulah Slank yang dikenal pendukung KPK dan group musik anti korupsi ini menyatakan dukungan pada revolusi mental yang digagas oleh Jokowi.  Iwan Fals menyambut Jokowi di rumahnya. Image: pilarsulut.com Pilihan Slank untuk mendukung Jokowi dianggap tepat karena Slank selama ini telah melakukan survey tentang pemimpin-pemimpin Indonesia yang masuk pada katagori bersih dan punya integritas. Ketika mereka bertemu, Slank juga menyerahkan daftar nama hasil survey tersebut kepada Jokowi untuk dipertimbangkan untuk masuk dalam pemerintahan atau kabinet Jokowi JK. Indonesia memang membut

Daripada dicopot SBY, sebaiknya SDA mundur untuk menjadi contoh seperti Andi Malarangeng

Gambar
SDA bersama SBY. Image: kemenag.go.id SBY di akhir perjalanan kunjungna kenegaraan ke Manila mengatakan bahwa akan memanggil Suryadharma Ali, Menteri Agama pada hari Senin, 26 Mei 2014 sehubungan dengan status SDA sebagai tersangka kasus korupsi.  Mensesneg Sudi Silalahi juga mengatakan bahwa kemungkinan SDA akan dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Agama. Selain pengamat, ICW (Indonesian Corruption Watch) juga meminta presiden Susilo Bambang Yudhoyono supaya memberhentikan SDA, sehinga kementrian agama bisa punya kinerja yang lebih baik.  Ketika Andi Mallarangeng mundur. Image: radioaustralia.net.au Kita masih ingat, Andi Mallarangeng langsung mengundurkan diri sebagai Menpora begitu ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Hambalang. Andi tidak menunggu status terdakwa seperti para pejabat lain atau anggota DPR yang telah mendapat status tersangka dari KPK. Berbeda dengan Andi Malarangeng yang dinilai lebih jantan atau lebih kesatria, maka SDA menolak untuk mund

Siapkah Indonesia dengan revolusi mental ala Jokowi?

Gambar
Menurut Jokowi, Indonesia adalah negara besar. Namun, masyarakat Indonesia sering tidak percaya diri saat menghadapi tantangan-tantangan zaman. Oleh sebab itu, pola pikir rakyat Indonesia harus diubah melalui kepemimpinan dirinya. Setelah 32 tahun di bawah orde baru, dan lebih dari 10 tahun era reformasi, ternyata mental masyarakat, begitu pula para pejabatnya, anggota legislatif dan para pemuda Indonesia belum berubah secara mental. Apakah revolusi mental ala Jokowi bisa membuat bangsa Indonesia termotivasi untuk lebih kreatif, lebih inovatif, lebih jujur, anti korupsi dan tidak melanggar HAM dalam segala bentuknya? Ujung dari revolusi mental adalah Indonesia yang lebih bermartabat, dan jaya, sehingga punya wibawa di mata internasional.  Siap revolusi mental ala Jokowi. Image: tempo.co Jalan raya masih dipenuhi kendaraan bermotor yang saling serobot, telat ke kantor dan bolos sidang di gedung DPR dianggap biasa saja, begitu pula mental menunda-nunda pekerjaan dan tugas di ka

Indonesia Keren