Postingan

Menampilkan postingan dengan label capres

Hot Topic

Benarkah Hilirisasi & IKN Mengkhawatirkan Kelanjutannya Terkait Capres 2024?

Gambar
 Ada yang khawatir soal capres 2024 terkait Ibukota Nusantara apakah akan dilanjutkan oleh penerus atau pengganti Presiden Jokowi setelah Pilpres 2024 mendatang? Memilih calon pemimpin, apakah itu calon walikota, bupati, gubernur dan presiden, bahkan ketika akan memilah dan memilih calon ketua RT/RW dan pemimpin lain, mungkin tidak jauh berbeda ketika akan menentukan kriteria calon pasangan hidup, sebagai suami atau istri.  Yang sedang hangat adalah hebohnya dunia politik Indonesia yang semakin sibuk dalam mencari kandidat calon presiden dan wakil presiden.  Sementara itu Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai NasDem, Demokrat dan PKS belum juga klop soal bakal calon wakil presiden, bahkan sudah ada ide lain, yaitu munculnya nama Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, yang dianggap lebih cocok sebagai pendamping Anies Baswedan daripada Aher, mantan Gubernur Jawa Barat dari PKS atau Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, Ketua Umum Partai Demokrat.  Presiden Joko Widodo di Titi

Memahami Isi Hati Warga Tentang Pilihan Politik Sebelum Pemilu Serentak 2024

Gambar
Para intelektual dan kaum elite politik mungkin sudah punya paradigma dan pemikiran tersendiri tentang pilihan politik masyarakat terutama menjelang sebuah pemilihan umum digelar. Strategi yang akan diambil partai politik untuk menarik simpati calon pemilih sepertinya sudah disiapkan.  Yang menarik dan mungkin akan sangat seru adalah siapa yang akan digadang-gadang sebagai penerus Presiden Jokowi. Sebagaimana difahami jabatan Presiden Joko Widodo akan berakhir pada 2024.  Ada yang kreatif atau hal-hal baru yang akan dilakukan, namun ada juga yang akan melakukan hal yang tidak jauh berbeda dengan pesta demokrasi sebelumnya. Mungkin karena sudah nyaman dengan posisi yang dinikmati saat ini, entah di lembaga eksekutif, parlemen dan jabatan empuk di BUMN.  Yang sering tidak disadari oleh elite partai politik adalah bagaimana mood masyarakat terhadap kondisi terkini yang mereka hadapi sehari-hari. Cara pandang mereka mungkin tidak lagi sama seperti periode sebelumnya. Di antara warga ada j

Mimpi Amien Rais hidupkan poros tengah, mau menjegal siapa?

Gambar
Amien Rais "sang tokoh reformasi". Image: seasite.niu.edu Pemilu lestilatif 2014 sudah tahap rekapitulasi suara di KPU dengan segala dinamika, dugaan kecurangan, politik uang, koalisi yang belum selesai untuk menentukan siapa yang akan jadi pendamping capres dari masing-masing partai koalisi. Sementara itu ada impian untuk menghidupkan poros tengah seperti terjadi pada pemilu 1999. Ketika itu PDI Perjuangan meraih kemenangan dengan suara 30 persen, dan rakyat sudah gembira akan memiliki Megawati Sukarno Putri sebagai presiden, namun Amien Rais sang "tokoh" reformasi yang "merasa" pantas menjadi presiden (mungkin karena merasa berhasil menggulingkan Presiden Suharto), kok partainya kalah. Lalu, dengan memanfaatkan celah yang ada, dia menggalang terbentuknya poros tengah - akhir kata Amien Rais "berhasil" menggagalkan kemenangan PDI Perjuangan sang pemenang pemilu, dan sukses menjadikan Gus Dur sebagai presiden, padahal dalam hatinya, Amien Rai

Cara mencoblos pada pileg 9 April dan himbauan tidak golput

Gambar
Contoh surat suara pileg 2014. Jika anda masih bingung dengan cara mencoblos pada pemlihan umum legislatif pada 9 April 2014, maka anda perlu membaca informasi tersebut di bawah ini, dan para pemilik BlackBerry pada umumnya telah menerima pesan melalui BlackBerry Messenger baik secara pribadi maupun di group BBM. Jika anda belum menerima pesan penting itu, silahkan anda baca informasi penting berikut ini: Info tentang cara mencoblos pada Pemilu 9 April 2014: 1. Tgl 9 April 2014 adalah libur Nasional. Datang ke TPS antara jam 7.00 sd 13.00 waktu setempat. Karena libur, tidak ada alasan anda untuk golput.

Tips lihat Rekam jejak Caleg dan Capres Pemilu 2014

Gambar
Joko Wi Capres 2014. Image: pemilihan.info Faktor figur capres 2014 ternyata sangat menentukan pilihan masyarakat untuk memilih partai pada pemilu 2014, karena kalau jika rakyat Indonesia menginginkan seorang capres yang diinginkannya bisa jadi capres resmi pada 2014, maka mereka harus memilih partai yang menjagokan sang capres, misalnya jika rakyat ingin Joko W i benar-benar diinginkan jadi RI 1 atau presiden RI periode 2014 - 2019, maka harus memilih PDI Perjuangan sebagai partai yang telah memberi mandat kepada Joko Wi sebagai Capres 2014.  Angel Lelga caleg dan Rhoma Irama capres, siapa menang? Image: kapanlagi.com Begitu pula jika rakyat ingin Wiranto sebagai presiden, tentu harus memilih partai HANURA. Beigitu pula jika rakyat tidak menginginkan ARB atau Ical sebagai capres, maka masyarakat tidak akan memilih Partai Golkar.   Apakah semua calon pemilih mengetahui hal ini?  Kini Undang-undang Pemilu telah mensyaratkan bahwa siapa partai yang berhasil memenangka

Kenapa BJ Habibie tidak kenal Raja Dangdut Rhoma Irama

Gambar
BJ Habibie di acara Mata Najwa . Image: youtube.com Barangkali ada di antara anda yang melewatkan acara talk show Mata Najwa , episode 5 Februari 2014. Najwa menampilkan Presiden RI ke 3, BJ Habibie, dan pasti banyak penonton terkejut ketika menonton acara Metro TV ini.  Ketika itu, dalam episode " Habibie Spesial ", Najwa memperlihatkan foto-foto calon presiden seperti ARB, Prabowo Subianto, Wiranto, dan tentu saja yang digadang-gadang jutaan orang, Joko Wi . Habibie m engenal dengan baik nama-nama mereka dan Habibie memberikan kriteria, capres 2014 sebaiknya berusia di antara 40 - 60 tahun. Namun, BJ Habibie, mengatakan tak mengenali calon presiden dan penyanyi dangdut, Profesor Rhoma Irama. Kenapa ya? Ketika Najwa menunjukkan foto Rhoma Irama kepada Habibie . Image: kaskus.co.id Padahal sebagian elemen PKB telah mencalonkan sang Raja Dangdut Rhoma Irama sebagai Capres, meskipun ada Jusuf Kalla yang berpengalaman sebagai wakil presiden dan pernah kalah ketika

Mahalnya transformasi Ical menjadi ARB

Gambar
Susilo Bambang Yudhoyono dikenal dengan nama SBY, begitu pula Jusuf Kala disebut dengan nama JK . Demikian pula Joko Widodo biasa dipanggil Joko Wi . Tokoh politik legendaris di Amerika Serikat, John F Kenedy sangat terkenal dengan sebutan JFK, begitu pula banyak selebriti seperti penyanyi, bintang film, atau atlit banyak yang memiliki nama lain berupa singkatan atau julukan unik, dan membuat mereka mudah dikenal oleh penggemar dan pendukung politik mereka. Mereka tidak mengeluarkan biaya khusus untuk mempopulerkan nama kecil, nick name atau julukan mereka kepada publik karena semua sudah melekat dalam nama resmi mereka. ARB dalam lomba avatar. Image: trismadeviant.deviantart.com Susilo Bambang Yudhoyono tidak perlu membuang uang untuk mengubah namanya menjadi SBY . Wartawan telah sejak lama menulis namanya dengan singkatan SBY, begitu pula JK merupakan singkatan Jusuf Kala. Kedua tokoh ini pernah menjadi menteri, bahkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.  Kita

Tahun politik menjelang Pemilu 2014

Gambar
Pemilu 2014. Image: solopos.com 2013 dinobatkan sebagai tahun politik Indonesia negara demokrasi baru terbesar nomor 3 Amerika Serikat dan India, terhitung sejak reformasi (?)  tahun 1998 akibat demonstrasi mahasiswa yang menumbangkan rezim orde baru yang selama 32 tahun dipimpin oleh Soeharto. Setelah itu Indonesia mulai berdemokrasi, dan mulailah dibuka kebebasan pers dan berpendapat. Namun kita tahu, dedengkot rezim lama sangat banyak yang duduk sebagai menteri, anggota DPR/MPR, dan tentu saja para birokrat. Berbagai persoalan yang menyangkut hak asasi manusia, hukum dan masalah ekonomi yang merupakan peninggalan orde baru sulit untuk diselesaikan. Bahkan kita mengalami masa korupsi yang lebih dahsyat dan menyebar bagai virus bukan saja di kalangan eksekutif, melainkan pula di kalangan anggota DPR yang terhormat.

2013 Tahun Politik

Gambar
Image: setia1heri.wordpress.com Dunia politik di Indonesia memang sangat unik dan dinamis, banyak gejolak dan masalah di antara elite politik, anggota DPR, Presiden, Menteri dan para pejabat, ditambah berbagai keramaian di media khususnya acara wawancara dan talk show di televisi. Kehadiran para pengamat dengan segala argumentasinya setiap hari menjumpai para penonton TV. Mereka berdebat cerdas atau debat kusir dengan para politisi, pejabat dan pengamat lainnya.  Media sosial seperti Twitter dan Facebook juga ramai, belum lagi obrolan serius dan lucu di group BlackBerry, termasuk saling kirim foto olah digital yang maksudnya memparodikan para politisi dan pejabat atau anggota DPR untuk menanggapi isu tertentu. 

Kriteria Calon Presiden 2014

Gambar
Bhineka Tunggal Ika. Image: bin.go.id Perbincangan tentang calon presiden menjelang Pemilu memang selalu menarik, namun kalau di Indonesia ada sedikit perbedaan, perbincangan tentang calon presiden sudah heboh dua tahun, bahkan tiga tahun sebelumnya. Rupanya banyak pihak yang tidak sabar, mungkin tidak puas terhadap presiden yang sekarang. Terlepas dari itu semua, mungkin ada baiknya kita membicarakan tentang kriteria calon Presiden 2014. Kuncinya adalah, bagaimana caranya supaya negara kita supaya dipimpin oleh presiden yang benar-benar cinta kepada tanah air kita ini, yang nasionalis dan bisa mengayomi masyarakat Indonesia yang sangat majemuk ini, supaya kita bisa hidup dalam suasana "Bhineka Tunggal Ika" sebagaimana dicanangkan para pendiri bangsa kita. 

Indonesia Keren