Indonesia Jaya

Bhineka Tunggal Ika

2013 Tahun Politik

Pemilu 2014, caleg, anggota DPR, pejabat, KPK
Image: setia1heri.wordpress.com
Dunia politik di Indonesia memang sangat unik dan dinamis, banyak gejolak dan masalah di antara elite politik, anggota DPR, Presiden, Menteri dan para pejabat, ditambah berbagai keramaian di media khususnya acara wawancara dan talk show di televisi. Kehadiran para pengamat dengan segala argumentasinya setiap hari menjumpai para penonton TV. Mereka berdebat cerdas atau debat kusir dengan para politisi, pejabat dan pengamat lainnya. 

Media sosial seperti Twitter dan Facebook juga ramai, belum lagi obrolan serius dan lucu di group BlackBerry, termasuk saling kirim foto olah digital yang maksudnya memparodikan para politisi dan pejabat atau anggota DPR untuk menanggapi isu tertentu. 

Partai PKS kini menghadapi badai, begitu juga Partai Demokrat mengalami prahara. Partai lainnya sudah terlebih dahulu merasakan pahitnya badai seperti yang dialami Golkar atau PDI P, khususnya karena masalah hukum dengan KPK. Kita juga tahu terjadi eksodus di Partai Nasdem, dengan puncak pindahnya Harry Tanoe Soedibyo ke Partai Hanura.

Wow, Partai Hanura mendapat darah segar dari Harry Tanoe. Bisa dipastikan dengan dukungan Harry, Partai Hanura akan mendapat ekspose dan liputan di berbagai TV yang ada di lingkaran MNC Group dan Indovision atau jaringan radio dan koran SINDO. Namun, partai lain tentu punya strategi marketing untuk mengimbangi gerakan Hanura, menjelang Pemilu 2014. Semua partai pasti ingin menaikkan elaktibilitas supaya bisa memenangkan pemilihan anggota legislatif dan bisa mencalonkan tokoh atau kadernya sebagai presiden dan wakil presiden pada 2014 nanti.

Rakyat hanya menginginkan tahun politik ini dan Pemilu atau Pilkada tidak rusuh, namun damai dan demokratis, meskipun aroma politik uang atau serangan fajar patut dicermati, apakah akan berkurang atau ada cara lain yang akan dilakukan.

Apakah proses seleksi calon anggota legislatif akan bisa mendapatkan caleg yang tidak akan tidur atau bolos kalau sidang di DPRD atau DPR di Senayan? Dan tentu tidak tergoda untuk korupsi?

Bagaimana pendapat dan komentar anda?

No comments:

 
Blogger Templates